Pendidikan nilai bukan hanya
masalah tahu tentang ”apa yang baik”. Orang mengira ”mengetahui”
seakanakan sama dengan ”sudah melakukan”. Padahal, masih ada jarak
antara ”tahu” dan ”tindakan”. Arah pendidikan nilai seharusnya fokus
pada modalitas, yaitu bagaimana menjembatani agar nilai-nilai menjadi
tindakan nyata.
Nilai dianggap sesuatu yang berharga
bagi suatu kelompok masyarakat yang berupa standar perilaku atau dasar
moral untuk mengarahkan dan evaluasi tindakan (Kolthoff, 2007: 39).
Nilai-nilai membentuk orang berkarakter: komitmen, jujur, kompeten,
terbuka, jiwa pelayanan, belarasa, dan pengorbanan. Pendidikan nilai
tidak lepas dari pembentukan habitus, yaitu melalui pelatihan,
pembiasaan, pengalaman, dan perjumpaan.

